Logo
News

Prinsip 1: Pentingnya Makan Makanan Yang Beraneka Ragam - Untuk Anak-anak

-

prinsip1_anak_1_1

Pada periode kehidupan ini, sel-sel otak tumbuh amat cepat sedemikian rupa, sehingga saat usia dua tahun pertumbuhan sel-sel otaknya sudah mencapai lebih dari 80 %. Periode ini merupakan masa kritis bagi komponen otak yang bertanggung jawab terhadap kecerdasan anak, yang hanya terjadi sekali seumur hidup dan tak akan berulang. Jika orangtua tidak memerhatikan periode kritis ini, kegagalan tumbuh kembang optimal akan terjadi dan berlangsung permanen. Bayi pun akan mengalami gangguan pertumbuhan.

Pada rentang usia ini pula, anak mulai aktif mengeksplorasi ‘dunia’sekitarnya dengan bermain. Anak mulai rentan mengalami gangguan kesehatan dan berbagai penyakit infeksi, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan diare. Disinilah orangtua berperan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan perawatan anak yang optimal, agar daya tahan tubuhnya meningkat dan pertumbuhannya berjalan optimal.

ASI adalah satu-satunya makanan yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi di enam bulan pertamanya. Tanpa ditambah dengan cairan atau makanan lain, ASI merupakan makanan pertama dalam kehidupan manusia yang bergizi seimbang. ASI ekslusif adalah ber-Gizi Seimbang!

ASI memiliki keunggulan yang tidak dimiliki susu formula. ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi dari alergi dan penyakit-penyakit. ASI mengandung setidaknya 100 zat yang tidak terdapat dalam susu formula bayi!

Berikut ini adalah beberapa kandungan zat gizi dalam ASI:

  1. Karbohidrat
    Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa, yang sesuai dengan sistem pencernaan bayi. ASI dibutuhkan agar otak tumbuh optimal, serta meningkatkan penyerapan kalsium, pertumbuhan bakteri usus yang baik, dan menghambat pertumbuhan bakteri yang berbahaya.
  2. Protein
    Protein ASI lebih mudah dicerna oleh susu bayi daripada protein formula. Protein berguna untuk perkembangan sistem kekebalan tubuh serta pertumbuhan otak bayi. Taurin adalah nama protein khusus yang terdapat dalam ASI yang membuat pertumbuhan sel otak lebih optimal.
  3. LemakKandungan zat gizi yang paling besar dalam ASI adalah lemak. Ada sekitar 200 jenis asam lemak, yakni 80 % asam lemak tak jenuh ganda, antara lain omega-3 EPA & DHA serta omega-6 ARA yang berperan penting dalam tumbuh kembang otak, menghubungkan jaringan saraf serta meningkatkan ketajaman penglihatan. ASI mengandung enzim lipase pencerna lemak sehingga lemak ASI mudah dicerna dan diserap.
  4. KolesterolKolesterol dalam ASI berfungsi dalam pembentukan enzim metabolisme kolesterol. Metabolisme ini akan berfungsi untuk mengendalikan kadar kolesterol di kemudian hari yang dapat mencegah terjadinya serangan jantung.
  5. Vitamin dan MineralASI mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh bayi, antara lain vitamin A, tiamin, riboflavin, kalsium dan fosfor.

-

Beberapa hal yang perlu ibu ketahui adalah:

prinsip1_anak_1_2
  • Bayi sering menangis bukan berarti ASI tidak cukup. Menangis merupakan reaksi emosi bayi untuk memberitahu ibu bahwa ia haus, lapar, kepanasan, kedinginan, popok basah dsb. Cermati penyebabnya. Jika bayi ibu menangis, coba tempelkan jari telunjuk ibu ke sudut bibirnya. Bila ia membuka mulutnya seakan ingin minum, ia memang lapar.
  • Untuk bisa mengalirkan ASI, ibu membutuhkan let down reflex. Ibu harus dalam kondisi emosi yang baik, menyusui dengan tenang dan selalu berpikir positif. Ibu dapat melibatkan peran serta ayah dalam hal ini.
  • ASI dapat disimpan dalam wadah plastik atau botol yang bersih, dan disimpan dalam lemari pendingin. Jaga selalu kebersihan tangan ibu saat menyiapkannya.
  • Gunakan ASI yang telah disimpan dalam lemari pendingin tidak lebih dari 24 jam. Untuk ASI yang disimpan di dalam kompartemen freezer, dapat bertahan hingga dua minggu.

-

prinsip1_anak_1_3

Setelah mencapai usia 6 bulan, bayi tetap memerlukan ASI. Namun, ASI saja tidak lagi mencukupi zat gizi yang dibutuhkan. Oleh karena itu bayi membutuhkan makanan pendamping yang biasa disebut dengan MP-ASI. Pemberian makanan pendamping juga akan merangsang tumbuhnya gigi bayi, serta melatih kemampuan motorik bayi saat belajar memegang makanan sendiri.

Ibu dapat memberikan MP-ASI secara bertahap, dari makanan bertekstur lunak, lembek hingga padat seperti berikut:

  • Di umur 6-7 bulan, perkenalkan bayi dengan buah pisang (raja atau ambon), jeruk, labu dan pepaya. Berikan sebanyak 2 sendok makan sekali makan dengan frekuensi dua kali sehari. Setiap jenis buah diberikan 2-3 hari berturut-turut agar anak dapat mengenal rasanya. Selain itu, ibu juga dapat memberikan bubur susu dan biskuit yang dicairkan dengan ASI.
  • Di umur 7 bulan, ibu juga bisa memperkenalkan bubur saring yang dibuat dari makanan sumber karbohidrat seperti beras, makaroni, kentang, kacang hijau atau roti dilengkapi dengan sayur, protein nabati dan protein hewani. Ibu dapat menggunakan kuning telur, tidak dengan putihnya karena dapat menimbulkan alergi. Campur bahan-bahan tersebut dan haluskan dengan blender atau diulek diatas saringan. Berikan 2 sendok makan sekali makan untuk 2-3 kali sehari. Lalu tingkatkan jumlahnya hingga mencapai paling sedikit 7 sendok makan.
  • Di umur 8-9 bulan, bubur bisa diberikan dengan jumlah minimal 8 sendok makan untuk sekali makan. Ibu juga dapat menambahkan zat lemak seperti santan dan minyak, yang dapat membantu penyerapan vitamin A dan zat gizi larut dalam lemak, memberikan energi sekaligus memberikan rasa gurih pada makanan. Perkenalkan juga bayi dengan protein hewani seperti ikan/ daging ayam/ daging sapi serta makanan selingan seperti bubur kacang hijau, puding susu/ buah dan lain-lain.
  • Bayi 10-12 bulan
    Perkenalkan makanan keluarga, dimulai dalam bentuk yang lembek kemudian ditingkatkan kepadatannya. Berikan juga makanan selingan yang bergizi seperti bubur kacang hijau, biskuit, pepaya, jeruk dan pisang.
  • Anak 1-2 tahun
    Biasakan makan makanan keluarga sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Berikan pola makan yang teratur seperti sarapan, makan siang dan malam, yang diselingi cemilan di antara dua waktu makan utama. Porsi makannya separuh dari porsi orang dewasa.

-

-

Anjuran Pembagian Makanan Sehari Anak Umur 6-8 Bulan

prinsip1_anak_1_4

-

-

Untuk Anjuran Pembagian Makanan Sehari Anak Umur 9-11 Bulan

prinsip1_anak_1_5

-

-

Anjuran Pembagian Makanan Sehari Anak Umur 12 Bulan

prinsip1_anak_1_6

-

-

Kembali ke Prinsip 1 - Umum

Kembali ke Beranda Gizi Seimbang

Footer Picture